28 August 2008

One day

Semua ini memang bukan kehendakku. Kecewa itu memang terlanjur menyayatku. Tapi di hatiku kau masih sama seperti yang dulu, walau tidak bagi mereka. Aku tak peduli apa kata mereka, bagaimana mereka menilaimu bahkan memandangmu sinis penuh tanya.

Aku pun mungkin bukan yang dulu lagi. Mungkin, hingga kau pun bungkam. Tapi aku siap bungkam ketika kau ingin memuntahkan duniamu, gelapmu sekalipun, karena aku pun punya hitam itu.

Kau sahabatku, kau perempuanku. Kau masih punya harta, dan jangan pernah berikan itu pada siapapun.

Suatu hari kau akan tahu, bagaimana rasanya bila apa yang terjadi dan kau alami sekarang terjadi pada adik atau anak perempuanmu. Kemudian kau melihat semua itu, dan hancurlah rasa itu…

Kau Tak Harus Kembali

Waktu memang tak akan kembali

Matahari pun tak akan berbalik arah ke arah terbitnya

Ku tahu kau pun begitu.

Aku tak berharap kau kembali

seperti dirimu yang dulu pernah ku tahu

(atau hanya kau yang berlalu)

Aku hanya ingin kau tahu

kau tak pernah sendiri

sejuta mata mengamatimu

memandangmu dengan pesonamu.

Sejuta pasang tangan mencoba menggapaimu

merengkuhmu dari tepian kecewa.

Tapi,

hidup itu pilihan

pun dengan hidupmu.

Apapun pilihan itu,

aku dan mereka yang kau kira meninggalkanmu

selalu menjagamu dan mencoba menghangatkan kebekuan hatimu…

Untukmu yang ku tau tak kan kembali…