Ada seorang kawan saya yang dikenal ceroboh, suka tidur di kelas, ngomongnya nggak jelas, tergesa-gesa, bahkan tidak bisa diam. Dia menyebut dirinya sendiri sebagai pribadi yang kacau. Untung saja dia menyadari kekacauannya itu.
Dia satu asrama dan satu jurusan dengan saya. Kelas TPB (baca: kuliah bareng semua jurusan) juga dengan saya. Selain itu, kami sama-sama masuk lewat jalur PMDK, jadi menghuni asrama lebih awal. Sebut saja namanya Shobby.
Perempuan asal Bangkalan ini sebenarnya sangat baik dan easy going. Tapi terkadang dia sial karena ulahnya sendiri. Sebagai seorang teman, dia sering bertandang ke kamar saya untuk sekedar curhat dan berkonsultasi. Entah apa dan bagaimana saya di matanya, tapi dia merasa ringan dengan bertukar pikiran semacam itu.
Dari kisah dan keluhannya yang panjang lebar, saya hanya mengatakan, "Shoby, masalahmu hanya satu, kurang fokus,".
Selanjutnya saya meminta dia untuk sempat sejenak memikirkan apa yang akan dia lakukan beserta tujuannya. Selain itu, saya memberinya saran untuk membuat skala prioritas ketika dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit.
Menurut saya, saran yang saya berikan pada Shobby adalah saran yang sangat biasa. Bahkan cenderung klasik. Tapi ternyata saya melihat sebuah perubahan pada Shobby.
Tanggal 21 yang lalu, jurusan saya atas nama FORSIS (Forum Studi Islam Statistika) mengadakan sebuah kegiatan keagamaan selama tiga hari dua malam yang disebut ONDIF, Orientasi Nilai Dasar Islam FORSIS. Sejak dua minggu sebelum ONDIF, kondisi kesehatan saya drop. Tekanan darah saya sering turun hingga rasanya seperti tak berbadan, begitu ringan dan melayang. Orang-orang terdekat tak bosan mengingatkan saya untuk segera ke Medical Center. Tapi saya enggan. Saya takut penyakit lama saya ketahuan kambuh lagi dan masuk RS lagi. Karena ketakutan itu, saya mengajak Shobby untuk ke Medical Center. Saya memilihnya karena hanya dia yang bisa meredam rasa khawatir saya. Ternyata Shobby dengan senang hati mau mengantar saya karena dia ingin check mata minusnya.
Sayang, ternyata belum ada Poli Mata di Medical Center…
Keesokan hari di ONDIF 1…
Shobby tidak tampak di antara 60an peserta ONDIF 1. Tanda tanya muncul di benak kami semua. Anda tahu mengapa?
"Tika, aku nggak ikut ONDIF karena mau pulang, benerin kacamataku. Aku inget katamu, aku harus fokus dan punya prioritas, jadi aku milih pulang…"
