26 January 2007

Juara berkat Ukur Efektivitas Dana Pendidikan

Filed under: Manusiawi

 Kamis, 14 Des 2006,
Juara berkat Ukur Efektivitas Dana Pendidikan

SURABAYA - Benarkah bantuan dana pendidikan sudah cukup efektif membantu siswa kurang mampu? Menurut hasil penelitian Tika Widyaningtyas, juara olimpiade statistika tingkat nasional yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), bantuan itu berkorelasi dengan semangat siswa untuk terus bersekolah.

Itu dibuktikan Tika melalui penelitian berjudul Pengaruh Dana Peduli Pendidikan terhadap Tingkat Kehadiran Siswa Miskin. Lewat karya tersebut, siswi kelas III SMAN 1 Slawi, Tegal, itu berhak memboyong hadiah uang Rp 4 juta dan free pass sebagai mahasiswa statistika ITS. "Bisa kuliah di ITS merupakan impian saya. Saya sangat bersyukur," ucapnya.

Lomba tersebut merupakan hasil kerja sama ITS dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Jakarta. Tika mengungguli sembilan finalis lain dari Banjarmasin, Surakarta, Semarang, Bandar Lampung, Jambi, Medan, Jogja, Surabaya, dan Nias. Kesepuluh finalis terpilih dari total 45 proposal yang masuk.

"Saya tertarik untuk meneliti manfaat dana peduli pendidikan di sekolah karena melihat perubahan setelah diterapkan dana bantuan tersebut," papar siswi kelahiran Brebes, 20 November 1989, tersebut. Di sekolahnya, bantuan itu disebut dengan Dana Peduli Pendidikan (DPP) yang merupakan sumbangan sukarela -semacam infaq- yang dikumpulkan setiap hari oleh siswa dan guru.

SMAN 1 Slawi menerapkan DPP lantaran tidak semua siswa miskin bisa terjangkau bantuan pemerintah. Apalagi, menurut data BPS, sebagaimana dikutip Tika, 32,67 persen penduduk Tegal masuk kategori miskin.

"Di sekolah saya, ada 200 siswa tidak mampu. Di antara itu, 150 siswa mengajukan permintaan keringanan SPP," jelasnya. Sayang, dari 150 siswa yang mengajukan permintaan, hanya 105 siswa yang bisa dipenuhi. "Makanya, saya ingin membuktikan bahwa DPP memang sangat memengaruhi semangat belajar mereka," imbuh sulung dari dua bersaudara itu.

Tika membandingkan absensi beberapa siswa sebelum dan sesudah menerima DPP. Hasilnya, terjadi penurunan angka siswa yang bolos. "Biasanya, siapa-siapa yang belum membayar SPP diumumkan oleh tata usaha. Hal itu mungkin membuat mereka merasa malu hingga akhirnya bolos sekolah," papar siswi yang hobi membaca dan menulis tersebut.

Salah seorang juri lomba dari ITS, Agnes Tuti Rumiati, mengatakan bahwa keunggulan penelitian Tika adalah orisinalitas. Selain itu, lanjut dia, hanya Tika yang memberikan definisi secara jelas mengenai variabel-variabelnya. "Dengan bagus, dia mendefinisikan apa itu miskin, siswa miskin, dan DPP," kata Agnes. Tika juga menyuguhkan data statistik yang lengkap dan terperinci.

"Tes potensi akademisnya paling tinggi. Dia mampu mengerjakan 70 persen soal yang kami berikan. Padahal, itu soal-soal untuk mahasiswa statistika semester dua dan tiga," paparnya. (ara)

(Sumber: JawaPos.com 14 Desember 2006)

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://tikaw.blogsome.com/2007/01/26/juara-berkat-ukur-efektivitas-dana-pendidikan/trackback/

  1. jgn membuat ricu keadaan ya.

    Comment by bjgjg — 31 January 2007 @ 12:43 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.