Aku mengerang tanpa air mata
karena erangku adalah juang
Tapi tangan menggenggam
meneteskan air di mata
air di mata
air
air
air yang kental
air yang anyir
air
air
air darah…
Mengerang seperti senandung hidup
tak bisa lepas dari nafas
Mata memandang
telinga terpasang…
telinga tercengang!
Semua gelap
Semua sepi
Hanya jiwa di sini mengerang
menyayat kaki tak berpijak
Dalam gelap dan sepi
Ku buka berani
dan tangan berair
air darah
Perlahan membuka genggaman
maksud hati menengok wajah
ranting pohon Dewa
Mata memandang
telinga terpasang…
telinga tercengang!
Semua gelap
Semua sepi
Hanya jiwa di sini mengerang
menyayat kaki tak berpijak
Aku
menggenggam
tangkai
mawar
berduri
berlumur
bisa
!!!!!!!!!!!!,,,,,,,,,,,,,,………………………..
Bisa telah mengaliri jiwa
mencipta nafas
dan erang tanpa daya
Erangku kini pilihan
menjatuhkan jiwa
atau
bertahan
dan
mengerang
