3 December 2006

Kisah Ruang Hampa II

Filed under: Manusiawi

Aku mengerang tanpa air mata
karena erangku adalah juang

Tapi tangan menggenggam
meneteskan air di mata
air di mata
air
air
air yang kental
air yang anyir
air
air
air darah…

Mengerang seperti senandung hidup
tak bisa lepas dari nafas

Mata memandang
telinga terpasang…
telinga tercengang!
Semua gelap
Semua sepi
Hanya jiwa di sini mengerang
menyayat kaki tak berpijak

Dalam gelap dan sepi
Ku buka berani
dan tangan berair
air darah

Perlahan membuka genggaman
maksud hati menengok wajah
ranting pohon Dewa

Mata memandang
telinga terpasang…
telinga tercengang!
Semua gelap
Semua sepi
Hanya jiwa di sini mengerang
menyayat kaki tak berpijak

Aku
menggenggam
tangkai
mawar
berduri
berlumur
bisa
!!!!!!!!!!!!,,,,,,,,,,,,,,………………………..

Bisa telah mengaliri jiwa
mencipta nafas
dan erang tanpa daya

Erangku kini pilihan
menjatuhkan jiwa
atau
bertahan
dan
mengerang

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://tikaw.blogsome.com/2006/12/03/kisah-ruang-hampa-ii/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.